krisis yang terjadi di kosan penulis belum berakhir sampai pada APBD. perlu diketahui bahwa sudah hampir 2 minggu ini di kosan tv mati. tv dengan kostum tv tahun 80-an ini bukan hitam putih, komponennya sudah diganti sehingga menjadi berwarna, sayangnya tidak ada warna mera. jadi selama ini kami boleh dibilang "buta warna merah". setelah kena petir dsb,tv ini dengan biaya perabaikannya yang berulang-ulang hamoir sama dengan harga tv baru...
dan beberapa waktu lalu, tv kami satu-satunya itu mati.. tak bisa dinyalakan lagi.
seperti biasa, lewat bibi kami memanggil mang endang, tukang servis tv kami dari dulu. tapi beliau enggan datang... mang endang sudah menyerah karena memamg tv tersebut sudah bobrok, tak mungkin diperbaikin lagi.
setelah tak kuat menahan keterisolaisan dari dunia luar, kami lapor ke ibu kos, dan ia berjanji memberikan tv baru keesokan harinya..
tv itu datang ketika magrib menjelang, tv model lama hampir sama jadulnya. arrrgh....
ketika dinyalakan, kami baru sadar bahwa itu bukan lah tv, tetapi radio....
tak ada setitikpun gambar yang keluar,hanya suara gemerisik...
dan lama kelamaan 'radio' itu mengeluarkan bau yang aneh...
jadilah kami kembali ke dunia terisolasi..
ibu kosanku, kami ini mahasiswa yang haus akan berita dan dunia luar, help us.
teteskanlah sedikit hartamu untuk menyervis tv-tv bobrok tua milikmu, investasi kosan-kosanmu di masa datang,karena kami sadar dengan sangat bahwa berharap ad tv baru gress darimu adalah mimpi 100 abad lagi....
Rabu, 26 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar